Melisaprawitasari’s Weblog











{Juni 6, 2008}   Mahasiswa Menulis Buku
  1. By Melisa Prawita Sari on May 9, 2008 | Reply

    BAB VII
    ETNOGRAFI BANJAR

    7. 1 KONDISI OBJEKTIF

    1. Lokasi
    Secara geografis Propinsi Kalimantan Selatan terletak pada garis 140° 19’13″ sampai dengan 116°33’14″ BT dan 1°21’49″ sampai dengan 4°10’14″LS. Propinsi Kalimantan Selatan mempunyai wilayah seluas 37.530, 52 km2 atau sekitar 6,98% dari luas Pulau Kalimantan. Secara administratif Propinsi Kalimantan Selatan Ibukotanya adalah Banjarmasin. terletak di bagian tenggara Pulau Kalimantan, batasnya :

    • Sebelah Utara : berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Timur
    • Sebelah Selatan : berbatasan dengan Laut Jawa
    • Sebelah Timur : berbatasan dengan Selat Makassar
    • Sebelah Barat : berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Tengah

    Penduduk Kalimantan Selatan biasanya menyebut wilayah Banjarmasin dengan sebutan ‘Banjar’, pada mulanya Banjar adalah sebutan untuk kampung yang dihuni oleh orang-orang Melayu. Orang-orang Ngaju menyebut orang-orang Melayu yang tinggal di kawasan sepanjang sungai dengan sebutan ‘Banjar Masih’, yang artinya kampung-kampung orang Melayu, dan berdasarkan geografi politik tradisional, Banjar juga adalah sebuah nama kerajaan Islam yang pada awalnya terletak di Banjarmasin. Ketika proses pembentukan Kerajaan Banjar, Banjar Masih mempunyai pelabuhan dagang yang disebut orang Ngaju ‘Bandar Masih’ artinya Bandarnya orang Melayu dan dijadikan sebagai ibukota kerajaan Banjar yang kemudian menjadi kota Banjarmasin.

    2. Keadaan Alam Kalimantan Selatan

    Sebagian besar Pulau Kalimantan terbangun dari sedimen laut yang berasal dari Laut Jawa dan laut Cina Selatan. Bagian Barat Daya pulau ini terdiri dari singkapan batu berumur 400 juta tahun, pada masa lalu merupakan bagian dari Dataran Sunda yang dulu pernah menyatu dengan Semenanjung Melayu, jawa, dan Sumatera.

    Dari segi topografi di wilayah Kalimantan Selatan terbentang Pegunungan Meratus, terbentang dari Utara ke selatan dan membagi wilayah menjadi Wilayah Barat dan Wilayah Timur. Wilayah Propinsi Kalimantan Selatan mempunyai kemiringan tanah 0-2 % dan sebagian besar berada pada kelas ketinggian 25-100 m di atas permukaan laut.Wilayah Pegunungan Meratus merupakan daerah yang terpisah secara khusus dari daerah perbukitan yang lain dan merupakn lahan yang kaya akan tumbuh-tumbuhan spesifik, terutama anggrek. Jenis fauna tidak hanya tergantung oleh tipe habitat, tetapi juga batasan-batasan geografis pegunungan dan sungai-sungai. Flora resmi di Kalimantan Selatan adalah Kasturi (Mangifera casturi) dan fauna resminya adalah Bekantan (Nasalis larvatus).

    Secara geologis, sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan terdiri dari batu endapan dan batuan beku, dengan bentuk morfologi yang dapat dibagi menjadi 4 bentuk, yaitu :
    • Dataran alluvial : 589.243 ha
    • Dataran : 1.171.944 ha
    • Pegunungan : 1.259.456 ha
    Dengan demikian wilayah Kalimantan Selatan didominasi oleh bentuk morfologi daratan dan pegunungan,masing-masing 33,89% dan 33,56%.

    Daerah Kalimantan Selatan banyak dialiri sungai besar maupun sungai kecil. Sungai terbesar adalah sungai Barito anak sungainya Sungai Bahan dan Sungai Negara. Dekat Banjarmasin, Sungai Barito mempunyai cabang Sungai Martapura dan anak-anak Sungai Riam kanan dan Riam Kiwa. Daerah aliran sungai lainnya yang terdapat di Propinsi Kalimantan Selatan adalah : Tabanio, Kintap, Satui, Kusan, Batulicin, Pulau Laut, Pulau Sebuku, Cantung, Sampanahan, Manunggal dan Cengal. Dan memiliki catchment area sebanyak 10 (sepuluh) lokasi yaitu Binuang, Tapin, Telaga Langsat, Mangkuang, Haruyan Dayak, Intangan, Kahakan, Jaro,dan Batulicin.

    3. Penduduk

    Penduduk yang mendiami Propinsi Kalimantan Selatan biasanya disebut ‘Urang Banjar’ (Orang Banjar), walaupun penduduk di Kalimantan Selatan bukan seluruhnya etnik/ suku Banjar asli.

    Ketika Banjarmasin lahir di tahun 1526 yang merupakan lahirnya kerajaan Banjar, penduduknya adalah campuran dari unsur Melayu, Ngaju, Maanyan, Bukit, Jawa dan suku-suku kecil lainnya yang dipersatukan oleh agama Islam, berbahasa dan beradat istiadat Banjar. Kemudian dalam perkembangan selanjutnya dengan inti pembentukan persatuan etnik lahir kelompok besar yaitu kelompok Banjar Kuala, kelompok Banjar Batang Banyu, dan Kelompok Banjar Pahuluan.

    Delapan etnik/ suku terbanyak di Kalimantan Selatan berdasarkan sensus 2000 (dalam sensus belum disebutkan beberapa suku terkecil yang merupakan penduduk asli) :
    1. Suku Banjar : 2.271.586 jiwa
    2. Suku Jawa : 391.030 jiwa
    3. Suku Bugis : 73.037 jiwa
    4. Suku Madura : 36.334 jiwa
    5. Suku Buket : 35.838 jiwa
    6. Suku Mandar : 29.322 jiwa
    7. Suku Bakumpai : 20.609 jiwa
    8. Suku Sunda : 18.519 jiwa
    9. Lainnya : 99.165 jiwa
    Total penduduk Propinsi Kalimantan Selatan tahun 2000 : 2.975.440 jiwa

    Berdasarkan hasil Survei Ekonomi Nasional 2002 diperkirakan jumlah penduduk Kalimantan Selatan bertambah dengan total 3.054.129 jiwa, terdiri dari laki-laki 1.528.939 dan perempuan 1.525.190. Jumlah penduduk tersebut termasuk jumlah penduduk asli dan penduduk pendatang.

    Penduduk asli Kalimantan Selatan terdiri dari berbagai kelompok etnik/ suku, antara lain:
    a. Orang Banjar Kuala; Banjarmasin sampai Martapura
    b. Orang Banjar Batang Banyu; Margasari sampai Kelua
    c. Orang Banjar Pahuluan; Pleihari, Rantau, Kandangan, Barabai, Amuntai, sampai Tanjung
    d. Suku Barangas di Berangas, Ujung Panti, Lupak, Aluh-Aluh
    e. Suku Dayak Dusun Deyah di Muara Uya, Gunung Riut, Upau
    f. Suku Dayak Balangan; daerah Halong dan sekitarnya di Kabupaten Balangan
    g. Suku Maanyan; Dayak Warukin, Pasar Panas, Dayak Samihin
    h. Suku Lawangan di Muara Uya Utara
    i. Suku Abal di Kampung Agung sampai Haruai
    j. Suku Bukit di Awayan (Dayak Pitap), Haruyan, Hantakan, Loksado, Piani, Paramasan, Bajuin, Riam Adungan, Sampahan, Hampang
    k. Suku Bakumpai di Bakumpai, Marabahan, Kuripan, Tabukan

    Selain penduduk asli, terdapat pula penduduk pendatang dari berbagai kelompok etnik/ suku dari luar Kalimantan Selatan, antara lain :
    a. Suku Bugis di Pagatan (Bugis Pagatan) dan sekitarnya di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru
    b. Suku Madura di Madurejo (Madura Madurejo) dan sekitarnya di Kecamatan Pengaron daerah Riam Kiwa Kabupaten Banjar dan Mangkauk
    c. Suku Bajau di Kotabaru, Tanjung Batu
    d. Suku Mandar di Pulau Laut dan Pulau Sebuku
    e.Suku Jawa Tamban di Purwasari Tamban Kabupaten barito Kuala
    f.Orang Cina Parit di Pleihari Kabupaten Tanah Laut
    g.Suku Bali di Barambai Kabupaten Barito Kuala, Sebamban di Kabupaten Kotabaru, dan sedikit di sekitar daerah Pleihari

    Selain itu terdapat pula etnis keturunan Arab yang menempati perkampungan-perkampungan Arab di daerah-daerah tertentu di Kalimantan Selatan.

    Diantara penduduk pendatang tersebut, Suku Bugis-lah yang datang secara legal atau resmi dengan membentuk kerajaan dan membawa budaya asli mereka di Kalimantan Selatan atas izin resmi dari raja Banjar yang berkuasa pada saat itu. Sedangkan penduduk pendatang lainnya datang ke Kalimantan Selatan melalui transmigrasi dan ada juga yang datang secara spontan.

    Kelompok Etnik berdasarkan urutan keberadaannya di Kalimantan Selatan :
    1. Austro-Melanosoid (sudah punah)
    2. Dayak (rumpun Ot Danum)
    3. Suku dayak Bukit
    4. Suku Banjar (1526)
    5. Suku Bajau, Suku Bugis (1750), Suku Mandar
    6. Suku Jawa, Suku Madura
    7. Etnis Tionghoa-Indonesia, Etnis Arab-Indonesia
    8. Etnis Eropa (1860-1924, sudah punah)

    Dengan demikian, dengan adanya pendatang dari luar Kalimantan Selatan terjadi pembauran budaya luar dengan budaya daerah ini di samping pembauran budaya antar etnis yang merupakan penduduk asli Kalimantan Selatan.



bagdies berkata:

tulisan yang bagus. tapi perlu lebih ditingkatkan lagi.
salam kenal dari http://www.kawasah.co.cc
http://varfin.wordpress.com



rizal619 berkata:

Hebat jg tulisan km cha lh. Ayo terus menulis……



Tinggalkan Balasan

dan lain-lain